Rabu, 14 Maret 2018

Hakikat pembelajaran



A.    Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. (Hamalik, 1994).
B.     Hakikat Desain Pembelajaran
Gagne (1992) menjelaskan bahwa desain pembelajaran disusun untuk membantu proses belajar siswa, dimana proses belajar itu memiliki tahapan segera dan tahapan jangka panjang.
Menurut gagne, Belajar sesorang dapat di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
     1.       Faktor internal adalah faktor yg berkaitan dengan kondisi yang dibawa atau datang dari dalam individu siswa, seperti kemampuan dasar, gaya belajar seseorang, minat dan bakat serta kesiapan setiap individu yang belajar.
      2.       Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu, yakni berkaitan dengan penyediaan kondisi atau lingkungan yang didesain agar siswa belajar. Desain pembelajaran berkaitan dengan faktor eksternal ini, yakni pengaturan lingkungan dan kondisi yg memungkinkan siswa dapat belajar. 
Desain pembelajaran sebagai proses rangkaian kegiatan yang bersifat linear tersebut digambarkan oleh Sambangh (2006).
1.      Menentukan kebutuhan
2.      Pengembangan desain untuk menjawab kebutuhan
3.      Uji coba
4.      Evaluasi hasil (kembali lg ke menentukan kebutuhan)
Kriteria desain instruksional               
Desain instruksional yg baik harus memiliki beberapa kriteria diantaranya:
     1.      Berorientasi pada siswa
Ketika kita mendesain pembelajaran, maka pertanyaan pertama yg harus kita ajukan adalah bagaimana desain yg kita kembangkan itu mampu membantu siswa dalam mempelajari bahan pembelajara dan memudahkan siswa belajar. Beberapa hal yg perlu dipahami tentang siswa diantaranya:
a)      Kemampuan dasar
b)      Gaya belajar
b    2.      Berpijak pada pendekatan sistem
Melalui pendekatan sistem bukan saja dapat diprediksi keberhasilannya, akan tetapi juga akan terhindar dari ketidakpastian. Hal ini disebabkan karena melalui pendekatan sistem dari awal sudah diantisipasi berbagai kendala yg mungkin dapat menghambat terhadap pencapaian tujuan. Atas dasar itulah maka pendekatan sistem dalam desain instruksional merupakan pendekatan ideal yg dapat dilakukan oleh para desainer pembelajaran.
      3.      Teruji secara empiris
Sebelum digunakan, sebuah desain instruksional harus teruji dahulu efektivitas dan efisiensinya secara empiris. Melalui pengujian secara empiris dapat dilihat berbagai kelemahan dan berbagai kendala yg mungkin muncul sehingga jauh sebelumnya dapat diantisipasi. Selain itu melalui pengkajian secara ilmiah dapat meyakinkan para pengembang pembelajaran untuk menggunakannya.

C.    Model Desain Pembelajaran
            1.      Model Kamp

  
       2.      Model Banathy



      3.      Model Assure



      4.      Model Addie

          5.      Model Dick dan Carey



 

      6.      Model Borg dan Gall



D.    Analisis Kebutuhan (Need Assessment)
      a)      Pengertian Analisi kebutuhan
Analisis kebutuhan (Need Assessment) merupakan aktivitas ilmiah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran guna memilih dan menentukan media yang tepat dan relevan mencapai tujuan pembelajaran dan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan.
Menurut andreson, analisis kebutuhan (need assessment) diartikan sebagai suatu proses kebutuhan sekaligus meentukan prioritas.
Analisis kebutuhan adalah suatu cara atau metode untuk mengetahui perbedaan antara kondisi yang diinginkan/seharusnya atau diharapkan dengan kondisi yang ada, Kondisi yang diinginkan seringkali disebut dengan kondisi ideal, sedangkan kondisi yang ada, seringkali disebut dengan kondisi real atau kondisi nyata.

      b)      Fungsi analisis kebutuhan
Morrison menjelaskan beberapa fungsi analisis kebutuhan sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi  kebutuhan yang relavan dengan pekerjaan atau tugas sekarang yaitu masalah apa yang mempengaruhi hasil pembelajaran.
2.      Mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang terkait dengan finansial, keamanan atau masalah lain yang menggangu pekerjaan atau lingkungan pendidikan
3.      Menyajikan prioritas-prioritas untuk memilih tindakan
4.      Memberikan data basis untuk menganalisa efektifitas pembelajaran
Ada enam macam kebutuhan yang biasa digunakan untuk merencanakan dan mengadakan analisa kebutuhan :
1.      Kebutuhan normatif
Membandingkan peserta didik dengan standar nasional, misalnya UAN, SNMPTN, dan sebagainya.
2.      Kebutuhan komperatif
Membandingkan peserta didik pada satu kelompok dengan kelompok lain yang selevel. Misalnya, hasil Ebtanas, SLTP A dengan SLTP B.
3.      Kebutuhan yang dirasakan, yaitu hasrat atau keinginan yan dimiliki masing-masing peserta didik yang perlu ditingkatkan. Kebutuhan ini menunjukkan kesenjangan antara tingkat ketrampilan/kenyataan yang Nampak dengan yang dirasakan. Cara terbaik untuk mengidentifikasi kebutuhan ini dengan cara interview.
4.      Kebutuhan yang diekspresikan, yaitu kebutuhan yang dirasakan seseorang mampu diekspresikan dalam tindakan. Misal, siswa yang mendaftar sebuah kursus.
5.      Kebutuhan masa depan, yaitu mengidentifikasi perubahan-perubahan yang akan terjadi dimasa mendatang. Missal, penerapan teknik pembelajaran yang baru dan sebagainya.
6.      Kebutuhan insidentil yang mendesak, yaitu faktor negatif yang muncul diluar dugaan yang sangat berpengaruh. Misalnya, bencana nuklir, kesalahan medis, bencana alam dan sebagainya.   
      c)      Langkah-langkah analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan terdiri atas rangkaian kegiatan yang diawali oleh kegiatan mengumpulkan informasi dan berakhir pada perumusan masalah. Adapun tahapan dalam langkah-langkah analisis kebutuhan meliputi:
1.      Pengumpulan informasi
2.      Indentifikasi kesenjangan
3.      Analisis performance
4.      Identifikasi hambatan dan sumber
5.      Identifikasi karakteristik siswa
6.      Identifikasi prioritas dan tujuan
7.      Merumuskan masalah

E.     Analisis karakteristik siswa
Kegiatan menganalisis perilaku dan karakteristik siswa dalam mengembangkan pembelajaran merupakan pendekatan yang menerima siswa apa adanya dan menyusun sistem pembelajaran atas dasar keadaan siswa tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisi karakteristik siswa :
     1.      Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal atau “prerequisite skilss” seperti : kemampuan intelektual, kemampuan berfikir, mengucapkan dan kemampuan gerak. Misalnya keterampilan menggerakkan tangan, kaki, dan badan.
      2.      Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial dan kebudayaan
     3.      Karakteristik yang berkenaan perbedaan-perbedaan kepribadian seperti : sikap, perasaan, minat dan sebagainya.
Teknik analisis karakteristik awal siswa
     1.      Dengan menggunakan catatan-catatan atau dokumen yang tersedia. Dokumen yang dimaksud misalnya nilai surat tanda tamat belajar (STTB), nilai rapor, nilai tes intelegensi dan nilai tes masuk. Catatan-catatan mengenai prestasi dalam berbagai bidang kegiatan yang pernah diperoleh, kesemuanya merupakan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui keadaan siswa.
     2.      Dengan menggunakan tes prasayarat dan tes awal. Tes prasyarat adalah tes untuk mengetahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan atau disyaratkan untuk mengikuti suatu pelajaran. Sedangkan tes awal adalah tes untuk mengetahui seberapa jauh siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai ajaran yang hendak diikuti.
     3.      Mengadakan konsultasi individual. Dengan mengadakan konsultasi individual terhadap siswa, guru akan lebih enak mengadakan pendekatan secara personal untuk guru memperoleh informasi mengenai minat, sikap, keinginan siswa dan sebagainya.
     4.      Dengan menyampakan angket atau questionnaire.  Angket bisa disusun kemudian disampaikan kepada siswa. misalnya untuk mengetahui gaya belajar mereka. Gaya belajar ada bermacam-macam misalnya dependent, independent, competitive, participant, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hakikat pembelajaran

A.     Hakikat Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, pe...