Model
atau metode yang direkomendasikan pada Kurikulum 2013
Kurikulum adalah rencana kegiatan yang berkaitan
dengan hasil belajar yang disusun dalam periode waktu tertentu dengan
memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. Dalam kurikulum terdapat
konsep kurikulum yang terdiri atas substansi, sistem dan bidang studi, selain
itu juga terdapat peranan kurikulum yaitu peranan konservatif, peranan kreatif,
serta peranan kritis dan evaluatif. Di Indonesia, kurikulum mengalami perubahan
sebanyak 5 kali antara lain :
1. Kurikulum
Rencana Pelajaran (1947-1968)
-
Kurikulum 1947, rencana
pelajaran
-
Kurikulum 1952, rencana
pelajaran terurai
-
Rencana pelajaran 1964
-
Kurikulum 1968
2. Kurikulum
berorientasi pencapaian tujuan (1975-1994)
- Kurikulum
1975
- Kurikulum
1984
- Kurikulum
1994
3.
Kurikulum berbasis
kompetensi (KBK) (2004-2006)
4.
Ktsp “Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan” (2006-2012)
5.
Kurikulum 2013
Pembelajaran pada kurikulum 2013
menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan.
Dimana pendekatan saintifik diintegrasikan dalam model pembelajaran kurikulum
2013 yaitu Inquiry Based Learning, Discovery
Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning.
a)
Inquiry
Based Learning
Pada
model pembelajaran inquiry cocok diterapkan pada semua mata pelajaran tetapi
harus disesuaikan dengan materi pembelajarannya.
Langkah-langkah model
inquiry :
· Observasi/mengamati
berbagai fenomena alam
·
Mengajukan pertanyaan
tentang fenomena yang dihadapi
·
Mengajukan
dugaan atau kemungkinan jawaban
· Mengumpulkan data
yang terkait dengan dugaan atau pertanyaan yang di ajukan sehingga pada
kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat
sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
· Merumuskan
kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis,
sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.
b)
Discovery
Learning
Discovery
learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan
menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia
dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar
berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi.
Langkah-langkah model Discovery :
·
Memberikan
stimulus
·
Mengidentifikasi
masalah
·
Mengumpulkan data
·
Mengolah data
·
Memferifikasi
·
Menyimpulkan
c)
Project
Based Learning
Model
ini memberikan kesempatan kepada para peserta didik
untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna
bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Langkah-langkah model Project :
·
Menyiapkan pertanyaan
atau penugasan proyek
·
Mendesain perencanaan
proyek
·
Menyusun jadwal
sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
·
Memonitor kegiatan
dan perkembangan proyek
·
Menguji hasil
·
Mengevaluasi kegiatan/pengalaman
d)
Problem
Based Learning
Problem
based learning adalah model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk
belajar melalui permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan pengetahuan yang akan dipelajarinya.
Langkah-langkah model Problem :
·
Mengorientasi peserta
didik pada masalah
·
Mengorganisasikan
kegiatan pembelajaran
·
Membimbing penyelidikan
mandiri dan kelompok
·
Mengembangkan dan
menyajikan hasil karya
·
Analisis dan evaluasi
proses pemecahan masalah