Rabu, 14 Februari 2018

Model atau metode yang direkomendasikan pada kurikulum 2013



Model atau metode yang direkomendasikan pada Kurikulum 2013

Kurikulum adalah rencana kegiatan yang berkaitan dengan hasil belajar yang disusun dalam periode waktu tertentu dengan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. Dalam kurikulum terdapat konsep kurikulum yang terdiri atas substansi, sistem dan bidang studi, selain itu juga terdapat peranan kurikulum yaitu peranan konservatif, peranan kreatif, serta peranan kritis dan evaluatif. Di Indonesia, kurikulum mengalami perubahan sebanyak 5 kali antara lain :
1.      Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)
-    Kurikulum 1947, rencana pelajaran
-    Kurikulum 1952, rencana pelajaran terurai
-    Rencana pelajaran 1964
-    Kurikulum 1968
2.      Kurikulum berorientasi pencapaian tujuan (1975-1994)
-    Kurikulum 1975
-    Kurikulum 1984
-    Kurikulum 1994
3.      Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) (2004-2006)
4.      Ktsp “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” (2006-2012)
5.      Kurikulum 2013

Pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Dimana pendekatan saintifik diintegrasikan dalam model pembelajaran kurikulum 2013 yaitu Inquiry Based Learning, Discovery Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning.
a)         Inquiry Based Learning
Pada model pembelajaran inquiry cocok diterapkan pada semua mata pelajaran tetapi harus disesuaikan dengan materi pembelajarannya.
            Langkah-langkah model inquiry :
·        Observasi/mengamati berbagai fenomena alam
·        Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi
·        Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban
·    Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan atau pertanyaan yang di ajukan sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
·    Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.
b)         Discovery Learning
Discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan. Melalui belajar penemuan, siswa juga bisa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan sendiri masalah yang dihadapi.
Langkah-langkah model Discovery :
·         Memberikan stimulus
·         Mengidentifikasi masalah
·         Mengumpulkan data
·         Mengolah data
·         Memferifikasi
·         Menyimpulkan
c)         Project Based Learning
Model ini memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Langkah-langkah model Project :
·         Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek
·         Mendesain perencanaan proyek
·         Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek
·         Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek
·         Menguji hasil
·         Mengevaluasi kegiatan/pengalaman

d)        Problem Based Learning
Problem based learning adalah model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk belajar melalui permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pengetahuan yang akan dipelajarinya.
Langkah-langkah model Problem :
·         Mengorientasi peserta didik pada masalah
·         Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
·         Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
·         Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
·         Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hakikat pembelajaran

A.     Hakikat Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, pe...